Indahnya pernikahan

Wedding Venue Photo Video Ndalem Notorahardjan Palagan Yogyakarta 085741886488 Www

PERNIKAHAN

merupakan sarana bagi kita untuk memperoleh keturunan yang baik dan diakui oleh agama maupun negara.  Allah SWT juga memerintahkan kepada manusia untuk segera menikah apabila sudah mampu. Bahkan Allah SWT juga menjamin rezeki orang yang menikah, walaupun orang tersebut dalam keadaan miskin sekalipun. Pada Al Qur’an Surah An Nuur ayat 32.

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”

Selain itu, menikah juga merupakan Sunnah Nabi. Menikah merupakan menyempurnakan sebagian agama. Ada suatu hadist yang mengatakan bahwa menikah merupakan benteng yang ampuh untuk menjaga kita dari perzinahan. Selain itu nabi Muhammad SAW juga tidak menyukai seseorang yang sangat rajin ibadahnya tetapi ia tidak mau menikah.

Anas bin Malik radliyallahu ‘anhu berkata, telah bersabda Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya: “Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi”. (HR: Thabrani dan Hakim).

“Wahai segenap pemuda, barangsiapa yang mampu memikul beban keluarga hendaklah kawin. Sesungguhnya perkawinan itu lebih dapat meredam gejolak mata dan nafsu seksual, tapi barangsiapa yang belum mampu hendaklah dia berpuasa karena (puasa itu) benteng (penjagaan) baginya.” (HR. Bukhari)

 

Pernikahan itu sebenarnya adalah suatu cara menggabungkan dua anak manusia yang berbeda sikap, berbeda jenis kelamin, berbeda pendirian, berbeda cara pandang, dan juga berbeda kebiasaan hidup sehari hari-sehari sehingga wajar dalam suatu pernikahan pasti ada kerikil-kerikil kecil yang akan menghadang.

Imam Ghozali mengibaratkan pernikahan itu seperti kapal dilaut besar. Sepasang suami istri merupakan nakhoda dari kapal tersebut. Laut lepas tersebut tidak lah datar airnya. Airnya bergelombang bahkan sesekali terjadi ombak besar yang siap menghadang laju kapal. Jika nakhoda tidak dewasa dan tidak mengetahui bagaimana cara mengelola permasalahan, maka kapal tersebut akan hacur dan tenggelam di dasar lautan yang luas.

Seperti itulah pernikahan. Sepasang suami istri dituntut untuk dewasa dalam bersikap dan bertindak. Harus saling memahami dan saling mengerti terhadap kelebihan dan kekurangan pasangan kita. Jika kedewasaan sikap dan kedewasan dalam bertindak serta ditambah dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, maka Insya Allah keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah akan dapat sangat mudah diwujudkan.

Sekarang bagi anda yang sudah siap menikah, selamat menikah dan selamat menempuh hidup baru. Bagi anda yang belum siap menikah, maka perbanyaklah puasa untuk menghindarkan diri kita dari perbuatan zina dan perbuatan keji lainnya.

Semoga Allah SWT menjadikan diri kita semua sebagai makhluk ciptaannya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya dan dijadikan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warrahmah

Comments

comments

No Comments

No Comments

Leave a Reply