Blog

BULAN BAIK UNTUK MENIKAH MENURUT ISLAM

Hari baik untuk menikah banyak dicari oleh para orang tua untuk kelancaran dan hal baik yang akan terjadi di masa depan. Kita sebagai Penganut agama Islam yang ta’at terkait pernikahan, harus mencari tanggal dan hari baik untuk menikah. Sebab pernikahan merupakan suatu acara sakral demi menghindari segala hal buruk atau hal-hal yang tidak kita inginkan. Ini tentu sangat berbeda dari orang Jawa yang lebih ke titen, Muslim yang ta’at tentu menggunakan hadits untuk menentukan tanggal, hari dan bulan pernikahan. Menikah di bulan, hari dan tanggal yang baik dipercaya bakal membawa banyak kebaikan juga bagi pasangan suami dan istri serta kedua keluarga, jadi itulah kepentingan dari mencari hari baik.

Hari Baik untuk Menikah dalam Pandangan Islam

Sebenarnya semua hari itu baik selama tidak ditemukan adanya larangan dalam syariat, jadi mau kapan saja mengadakan hajatan, semua tanggal dan hari itu baik. Kecuali memang ada dalilnya, Dalam Hukum Islam, kita dilarang keras untuk menghukumi tanggal atau hari sial. Kabar baiknya, tidak ada satu dalil yang dijumpai tentang tanggal atau hari sial yang memang perlu dijauhi untuk mengadakan suatu acara sakral atau hajatan lainnya.

Banyak orang memilih hari atau tanggal tertentu karena menganggapnya paling baik, sedangkan ada hari dan tanggal yang mereka anggap sebagai hari sial, hal ini sebaiknya dijauhi. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah bahwa hal menganggap suatu hari adalah hari atau tanggal sial maka itu disebut sebagai sebuah kesyirikan. Satu contoh yang bisa diambil tentang thiyaroh yang syirik adalah keyakinan sial akan bulan suro atau Muharam oleh masyarakat Jawa, khususnya orang Yogyakarta. Banyak yang akan menjauhi bulan suro saat mencari hari baik untuk menikah. Mereka berpantang untuk mengadakan hajatan dalam bentuk apapun karena ada anggapan bulan suro bisa mendatangkan celaka yang padahal menurut Rasulullah SAW adalah sebuah hal syirik.

Rasulullah SAW bersabda,

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، ثَلَاثًا

“Thiyarah itu syirik…, Thiyarah itu syirik…, (diulang 3 kali)” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, dan yang lainnya. Syuaib Al-Arnauth mengatakan, Sanadnya shahih).

Namun untuk masalah bulan baik yang bisa dipertimbangkan ketika akan menikah menurut Islam adalah bulan Syawal. Selain bulan Syawal, Hari Baik Untuk Menikah Menurut Islam adalah pada bulan Ramadhan. Disebutkan dalam sebuah riwayat bahwa Rasulullah dan istrinya menikah tepat di bulan Syawal dan di bulan yang sama jugalah mereka memasuki nikah. Disunnahkan juga oleh Sayyidah ‘Aissyah bahwa bulan syawal merupakan bulan baik untuk pernikahan, sedangkan Rasulullah sendiri menyatakan bahwa bulan Ramadhan hari baik untuk menikah menurut Islam.

Hal ini sebagaimana yang dikisahkan oleh Aisyah RA;

تزوجني رسول الله صلى الله عليه و سلم في شوال وبنى بي في شوال فأي نساء رسول الله صلى الله عليه و سلم كان أحظى عنده منى ؟ قال وكانت عائشة تستحب أن تدخل نساءها في شوال

“Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal dan mengadakan malam pertama dengan aku di bulan Syawal. Manakah istri beliau yang lebih mendapatkan perhatian selain aku?” Salah seorang perawi mengatakan, “Aisyah menyukai jikalau suami melakukan malam pertama di bulan Syawal.” (HR. Muslim, An-Nasa’i, dan yang lain)

Hari Baik Untuk Menikah Menurut Adat Suku Jawa

Menurut Jami’us Shaghir, hari Rabu adalah hari yang kalau dihitung termasuk kurang baik untuk melaksanakan pernikahan atau hajatan lain. Hari Sabtu pun juga sebaiknya dihindari karena hari tersebut dianggap hari besarnya orang Yahudi. Lalu, bagi orang Jawa, hendaknya berwaspada terhadap pitungan dan weton karena dianggap sebagai ramalan.

Berikut penjelasan mengenai hari tidak baik dalam bulan hijriah menurut masyarakat Jawa.

Bulan Hijriah Tanggal
Bulan sura 6, 11 dan 18
Bulan sapar 1, 10, dan 20
Bulan mulud 1, 8, 10, 15, dan 20
Bulan bakda mulud 10, 12, 20, dan 28
Bulan jumaidil awal 1, 10, 11, dan 28
Bulan jumaidil akhir 10, 14, dan 18
Bulan rajeb 2, 13, 14, 18 dan 27
Bulan ruwah 4, 12, 13, 26 dan 28
Bulan pasa 7, 9, 20 dan 24
Bulan syawal 2, 10 dan 20
Bulan dulkaidah 2, 9, 13, 22 dan 28
Bulan besar 6, 10, 12 dan 20

Tidak disarankan untuk meyakini hal-hal yang berbau ramalan karena takdir dan nasib seseorang tidak ada hubungannya sama sekali dengan bulan jodoh, tanggal nikah, weton dan lain-lainnya. Rasulullah SAW sendiri sudah bersabda bahwa siapa yang datang ke peramal dan menanyakan hal-hal yang berhubungan tentang masa depan, nasib dan sebagainya, sholat orang tersebut selama 40 hari tidak akan diterima.

Nabi Muhammad SAW bersabda,

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barang Siapa yang mendatangi peramal, kemudian bertanya tentang sesuatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR. Ahmad, Muslim)

Tidak ada salahnya untuk senantiasa bersikap optimis karena pada dasarnya tanggal kapanpun itu dianggap baik. Daripada menebak-nebak apalagi datang ke peramal, bertawakkal-lah kepada Allah SWT dan meminta perlindungan serta berkah supaya pernikahan dilancarkan dan keluarga damai dan sejahtera. Meski banyak pro dan kontra tentang hari baik pernikahan, untuk lebih aman dan jelasnya lihat langsung pada hadits dalam menentukan hari baik untuk menikah.

Sumber

Comments

comments

No Comments
Previous Post
14 September 2016
Next Post
14 September 2016

No Comments

Leave a Reply

Instagram

Follow Us!